Saput Tangan Biru

by - Agustus 30, 2013

"Gubraaaaakkkkkkkkk".
Sassy menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Dia baru saja pulang dari kemah persami yang dilaksanakan oleh organisasi Pramuka yang diikutinya di sekolahnya.

Entahlah dia masih terngiang kejadian kemarin ketika dia pingsan ketika mengikuti apel sore. Ketika apel sore dia tak tahu tubuhnya terjatuh dan dia merasa sangat pusing. Namun, tatkala terbangun dia hanya melihat seorang lelaki yang kira-kira lebih tua  2 tahun dari dia sedang mengipasi dirinya. Sassy merintih kesakitan di lutut kirinya yang sedang dibalut sapu tangan biru.

"Aduhhhhh" rintih Sassy.

"Ohh, udah sadar dek. Ini minum teh hangatnya dulu. Itu tadi lutut kamu kena batu waktu kamu pingsan sebelum kakak angkat " Serunya. Dan kemudian kakak tersebut menceritakan kronologi kejadiannya.

Dari hasil pembicaraan kami ternyata kakak tersebut bernama Uli. Nama yang lucu dan cukup unik bagi aku untuk seorang cowok.

"Dek, kakak tinggal dulu ya soalnya ada urusan " Kata Uli.

"Iyaa kak, makasih udah nolongin. Tapi kak saput tangannya" Seru Sassy.

"Udah di kamu aja dulu nggak masalah " Jawab Uli.

"Sekali lagi makasih kak udah tolongin Sassy " Kata Sassy.

" Okee sama-sama" Jawab Uli seraya meninggalkan Sassy.

Itulah sedikit pembicaraan Sassy dengan Uli. Setelah upacara pembubaran perkemahan Sassy hendak mengembalikan saput tangannya. Namun ternyata dia tak melihat Uli. Setelah Sassy bertanya dengan senior lain ternyata Uli telah pulang untuk mengantar rombongan juniornya terlebih dahulu.

"Saput tangan ini gimana" batin Sassy.

Tak terasa mata Sassy telah memejam. Tangannya menggenggam sebuah saput tangan berwarna biru.

You May Also Like

0 komentar

Instagram