Tatam Si Semut Hitam Kecil

by - Mei 27, 2013


Di sebuah hutan hiduplah beberapa semut diantaranya terdapat semut merah, semut hitam besar, dan semut hitam kecil. Mereka hidup saling berkelompok dengan kelompok semut mereka masing-masing. Keluarga semut hitam kecil sangat terkucilkan dari keluarga semut hitam besar dan keluarga semut merah karena keluarga semut hitam kecil dianggap tak berada dan termasuk dalam kelompok semut pekerja.

Seekor semut hitam kecil yang bernama Tatam ingin sekali bermain dengan anak-anak dari keluarga semut hitam besar dan keluarga semut merah. Namun apa daya Ibu Tatam selalu melarangnya dan tak mau memberitahu alasan mengapa Tatam tak boleh bermain dengan mereka.

Suatu hari ketika ayah dan ibu Tatam bekerja, Tatam tak sengaja melihat segerombolan anak-anak dari keluarga semut hitam besar dan keluarga semut merah sedang bermain bersama. Tatam ingin sekali bergabung dengan mereka, tetapi dia selalu ingat perkataan ibunya."gabung enggak gabung enggak", gerang Tatam. "Ah, gabung aja deh", putus Tatam.

Tatam pun berlari untuk bergabung dengan mereka."Aku boleh ikut main ya?", kata Tatam. "Eh kamu siapa?", seru seekor anak semut merah. "Nama aku Tatam",sahut Tatam. "Kamu dari keluarga semut hitam kecil ya?",kata seekor anak semut merah membalasnya. "Iya, aku dari keluarga semut hitam kecil", balas Tatam. "Kami tak mau bermain dengan kamu, karena kamu tak seberada dengan kami. Kamu adalah semut pekerja. Kamu seharusnya bekerja dan tidak bermain dengan kami. " Pergi sanaa", sahut seekor anak semut merah.

Tatam merasa tersinggung dan kesal dengan perkataan seekor anak semut merah. Tatam pun berbalik badan dan berlari sambil menangis terisak-isak. Dia pun berhenti di bawah sebuah pohon. "Mengapa mereka begitu sama aku", kata Tatam sambil menangis.

Beberapa detik berlalu. "Mereka tak maksud bergitu Tatam", sahut seekor anak semut hitam besar."Siapa kamu? Mengapa kamu ikutin aku?", sahut Tatam seraya kaget. "Kenalin nama aku Mutmut. Aku ikutin kamu soalnya ingin mempersilahkan kamu bergabung bermain dengan kami tetapi tak sempat mengucapkan karena anak semut merah terburu-buru menyinggungmu. Tak usahlah bersedih Tatam. Kalo anak semut merah tak mau bermain denganmu. Mari bermain denganku saja ", balas anak seekor semut hitam besar.

Jadi seharian ini Tatam bermain dengan Mutmut berkeliling hutan. Tatam senang karena Mutmut mau berteman dengannya. Hari menjelang sore Mutmut akan segera pulang ke rumahnya."Besok aku akan bermain ke sungai. Kalau bisa Tatam ikut ya?. Besok aku samperin ya Tam",kata Mutmut. "Oke Mut, aku tunggu ya",balas Tatam.

Esok pun tiba. Mutmut sudah berada di depan rumah Tatam. "Ayo Tam kita pergi ke sungai",kata Mutmut."Iya tunggu sebentar",balas Tatam.

Ketika sampai sungai."Lho kok ada anak-anak semut merah juga? ",tanya Tatam." Iya, kita main bareng mereka. Tenang aja, kan ada aku juga",balas Mutmut.

Ini merupakan rencana Mutmut untuk mendekatkan Tatam dengan anak-anak semut merah. Tapi berbeda dengan perasaan Mutmut, dia merasa canggung berada di tengah anak-anak semut merah. Sehingga Tatam hanya bermain dengan Mutmut yang dia kenal.

Namun, tiba-tiba seekor anak semut hitam gajah berteriak ada serombongan gajah yang akan minum di sungai itu. Anak-anak semut itu panik dan berlari menyelamatkan diri masing-masing. Tetapi ada seekor semut merah yang kembali ke sungai untuk mengambil mainan daunnya yang tertinggal ke sungai. Segerombolan gajah yag akan minum semakin mendekat. Tatam yang melihat kejadian tersebut tidak tinggal diam. Tatam pun menggigit kaki gajah yang hampir menginjak seekor anak semut merah, sehinggan anak semut merah tersebut dapat berlari ketika gajah tersebut mengangkat kakinya ketika merasa sakit digigit oleh Tatam.

Anak semut merah tersebut akhirnya dapat melarikan diri dengan selamat. Tatam pun berlari menyusul anak semut merah itu."Bagaimana kamu? Ada yang luka?",kata Tatam seraya khawatir."aku baik saja. Terima kasih Tatam. Nama aku Mermer",balas anak semut merah seraya malu.

Ternyata kemarin yang telah mengejek Tatam adalah Mermer. Memer pun mereas bersalah dan segera  meminta maaf kepada Tatam karena telah mengejeknya.

Setelah kejadian itu Tatam mulai dekat dengan anak-anak semut merah dan semut hitam besar. Mereka selalu bermain bersama. Tatam, Mermer, dan  Mutmut pun semakin dekat. Mereka kini menjadi 3 sahabat karib.

You May Also Like

0 komentar

Instagram