Mengenal Lebih Dekat Tentang HIV AIDS

by - Desember 11, 2017



Virus HIV Dimasukkan ke Pembalut 

Kloset Duduk Bisa Menularkan HIV 

Jarum Suntik di Bioskop Tularkan HIV 

Tusuk Gigi Bisa Sebarkan AIDS 

Di atas merupakan beberapa judul tentang pemberitaan penularan HIV AIDS yang sangat viral di sosial media. Aku langsung percaya begitu saja ketika memabacanya, tanpa memverivikasi kebenaran dari berita tersebut. Kebenarannya adalah bahwa semua berita itu ternyata hoax dan aku merasa terbodohi telah mempercayainya.
Sedih banget, karena gara-gara berita tersebut membuat aku takut dan harus menjaga jarak terhadap orang yang mengidap penyakit HIV AIDS
.

Hoax itu besar karena kita menerimanya sebagai sebuah kebenaran, ikut menyebarkan, aktif meyakinkan orang-orang di sekitar kita, dan membiarkan tetap ada di akun medsos kita. - Kang Arul pemilik blog dosengalau.com -

Faktanya 27% dari sekitar seribu berita hoax yang dijadikan sampel penelitian Wina Armada dari PWI sejak Februari 2016 hingga Februari 2017 adalah berita kesehatan. Posisi kedua berita hoax terbanyak adalah isu politik (22 %), berita hiburan (15 %), dan berita persaingan bisnis.

Padahal, di jaman sekarang ini cari info apapun serba di internet. Sangat mengerikan jika informasi yang didapat merupakan informasi hoax, apalagi untuk kesehatan yang dampaknya pasti langsung terhadap fisik seseorang.

Tapi, aku bersyukur pada hari senin tanggal 4 Desember 2017 berkesempatan mengikuti Workshop Blogger #SayaBeraniSayaSehat Dalam Rangka Hari AIDS Sedunia 2017 bertempat di hotel Excelton Palembang. Tepat pukul 08.30, aku sudah mengantri untuk registrasi pendaftaran. Sudah lumayan banyak juga teman-teman blogger Palembang yang saya kenal hadir di workshop kali ini.



Di sebelah kiri sebelum pintu masuk ruangan seminar, terdapat meja dan para ibu-ibu yang mengenakan seragam putih dan memakai jilbab berwarna orange yang bertugas untuk tes HIV AIDS bagi peserta workshop. Well, aku nggak mau untuk menyiakan kesempatan ini untuk ikut tes juga supaya mengetahui apakah aku positif atau negatif HIV AIDS. Yah, walaupun ada drama soalnya dari kecil lumayan takut sama jarum suntik, tetapi ternyata tidak sakit seperti yang aku kira. :D



Jadi, untuk materi workshop #SayaBeraniSayaSehat Dalam Rangka Hari AIDS Sedunia 2017 dibagi menjadi 3 materi yang dibawakan oleh narasumber yang ahli di bidangnya.



Mari Kenali Penyakit Perilaku dan Hidup Sehat dengan GERMAS



Materi pertama yaitu tentang "Mari Kenali Penyakit Perilaku dan Hidup Sehat dengan GERMAS" yang disampaikan oleh Indra Rizon, SKM M.Kes yang merupakan Kepala Biro Komunikasi & Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan. 

GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Tujuan dari GERMAS itu sendiri agar kesehatan selalu terjaga, lingkungan mejadi bersih, menjadi pribadi yang produktif, dan biaya berobat berkurang karena tubuh menjadi lebih sehat.

Penyakit Terkait dengan Faktor Perilaku



Bagaimana Cara Untuk Mewujudkan GERMAS?



Kebijakan dan Strategi Pencegahan dan Pengendalian HIV AIDS dan PIMS 


Apa itu HIV dan AIDS?



Dari pemberian materi workshop oleh Dr. Endang Budi Hastuti yang merupakan Kasubdit HIV AIDS dan PIMS akhirnya aku mengetahui informasi bahwa virus HIV tidak mudah menular dan cara penularannya sangat terbatas. Tentunya penularannya lansung dari seseorang yang positif HIV yaitu diantaranya hubungan seksual, berbagi jarum suntik, produk darah & organ tubuh, dan ibu hamil positif HIV ke bayinya.

Dr. Endang Budi Hastuti

Dan di media online sudah banyak berita hoax yang memberitakan tentang penularan dari virus HIV ini, padahal banyak dari berita tersebut merupakan berita yang tidak benar.



Dari workshop ini, aku akhirnya mengetahui bahwa HIV ada obatnya yaitu ANTIRETROVIRAL (ARV). Berkat pengobatan terapi ARV, orang yang terinfeksi virus ini bisa hidup panjang dan produktif selayaknya orang lainnya. 

Bagaimana Cara Pencegahan HIV?



Analisis Situasi HIV dan AIDS di Provinsi Sumatera Selatan Sampai September 2017

Untuk informasi nih guys, faktanya rasio HIV antara laki-laki & perempuan di wilayah Sumatera Selatan adalah 3:1 sedangkan rasio AIDS antara laki-laki & perempuan adalah 4:1. Secara kumulatif kasus HIV & AIDS di Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 1995 s/d September 2017 sebesar 1329 kasus HIV & 1377 kasus AIDS, dengan Total kasus sebanyak : 2706 kasus. Untuk jumlah kasus baru HIV dan AIDS berdasarkan kab/kota pada Januari-September 2017 di Provinsi Sumatera Selatan yaitu angka paling besar pengidapnya yaitu di kota Palembang. Penyampaian materi ini disampaikan oleh Feri Yanuar, SKM, MKes selaku Kabag P2P Dinkes Prov Sumsel.

Adapun pelayanan kesehatan bagi orang berisiko terinfeksi HIV sesuai standar adalah :
  • Pemetaan dan penghitungan orang berisiko HIV setiap tahun.
  • Upaya pencegahan orang yang memiliki risiko terinfeksi HIV tersebut diberikan di fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas dan Jaringannya) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut baik pemerintah maupun swasta.
  • Pelayanan Kesehatan ini diberikan oleh tenaga kesehatan sesuai kewenangannya
  • Pemeriksaan HIV dilakukan secara aktif dengan pemberitahuan oleh petugas kesehatan dengan menggunakan alat tes sesuai standar Nasional yang telah ditetapkan.
  • Penderita HIV harus ditangani atau dirujuk ke fasilitas yang mampu untuk mendapat pengobatan ARV dan Konseling tentang HIV dan AIDS bagi penderita dan pasangannya.  
Setelah pemberian materi selesai. Ternyata, ada tamu spesial yaitu Ayu Oktariani yang merupakan seorang ODHA (Orang Dengan HIV AIDS)

Mbak Ayu banyak bercerita tentang kehidupannya setelah divonis positif mengidap HIV AIDS yang sukses membuatku berdecak kagum. Dulu, ketika pertama kali divonis positif HIV mbak Ayu sempat terpuruk, namun berkat keluarga dan dukungan orang sekitar membuat mbak Ayu semangat kembali. Kini mba Ayu banyak melakukan aktivitas seperti orang lainnya dan menjadi relawan dan giat melakukan pendampingan bagi penderita HIV.

Foto bareng mbak Ayu

Dari workshop ini, aku benar-banyak mendapatkan informasi yang sangat bermanfaat. Yang dulunya takut tertular apabila berdekatan dengan penderita HIV AIDS, akhirnya kini mengetahui bahwa virus HIV tidak menular, penularannya sangat terbatas.

Yuk, kita support ODHA  untuk kesembuhannya. Jangan sampai kita mendiskriminasi mereka.
Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya!

You May Also Like

0 komentar

Instagram