Di Halte Transit

by - September 19, 2013

Halte Trans Musi ini terasa sempit bagiku. Semua orang berdesak-desakan. Entahlah, sudah macam-macam aroma bau yang aku hirup.

5 menit 10 menit Trans Musi itu tak lewat-lewat juga. Semua orang sudah gerah. Suara ibu-ibu yang mengomel. Para remaja SMA dan anak kuliahan pun tak pelak merasa kesal juga. Aku cuma melihat jam tanganku yang kini menunjukan pukul 17.35

"Yang KM 12, KM 12. Ayo siap-siap" seru seorang pramugara Trans Musi.

Mendengar seruan itu aku pun bersiap-siap. Ternyata aku berada lumayan belakang di samping seorang ibu-ibu yang sedang menggandeng anak perempuannya.

Sebuah Trans Musi besar berwarna merah berhenti. Pintu Trans Musi terbuka. Semua orang berebutan untuk cepat memasukinya agar bisa mendapatkan kursi untuk duduk.

Kini giliranku memasuki Trans Musi tersebut. Aku tempelkan Smart Card-ku di mesin Typing. Sontak mesin itu mengeluarkan bunyi "Transitt" . Aku lihat sekelilingku, tak ada kursi kosong yang bisa aku duduki. Tak apalah aku berdiri, asal cepat sampai rumah.

Pintu Trans Musi tertutup. Trans Musi perlahan berjalan.

Selamat tinggal halte transit.

You May Also Like

4 komentar

Instagram